Liputan6.com, Jakarta – Persaingan industri otomotif yang makin sengit membuat pelaku usaha harus mencari cara baru untuk berkembang. Menangkap peluang tersebut, PT eLangsung International Agency (PT eIA) meluncurkan program Join Impor Merek Sendiri, sebuah terobosan yang memungkinkan bengkel, toko suku cadang, hingga pelaku UMKM memiliki brand suku cadang motor maupun mobil tanpa perlu modal besar.
Dalam skema ini, mitra cukup melakukan pemesanan mulai dari 100 dus per item, bahkan dengan jenis produk yang bisa dicampur. Angka tersebut jauh lebih ramah dibanding minimum order impor konvensional yang kerap mencapai ribuan unit.
CEO PT eLangsung International Agency, Yaboo Huang, menjelaskan bahwa inisiatif ini hadir untuk menjawab kebutuhan para pelaku usaha yang selama ini ingin memiliki merek sendiri, namun terbentur besarnya modal dan rumitnya proses impor.
“Banyak bengkel dan toko suku cadang yang ingin punya produk dengan brand sendiri, tapi terkendala modal, jaringan pabrik, dan legalitas impor. Lewat skema Join Import ini, semuanya bisa diakses dengan biaya terjangkau dan proses yang transparan,” ujar Yaboo Huang.
Dengan minimum pemesanan yang jauh lebih kecil, pelaku usaha tidak perlu lagi menanggung risiko besar terkait biaya, pengiriman, maupun bea cukai.
Menariknya, program ini tidak hanya memberi akses impor, tetapi juga menawarkan layanan menyeluruh dari awal hingga akhir. PT eIA menangani pencarian pabrik OEM di luar negeri, pengurusan paten merek, desain kemasan, hingga dokumen impor dan penyimpanan barang. Begitu produk tiba di gudang PT eIA di Jakarta Barat, mitra bisa langsung mulai memasarkan produk mereka.
Dengan layanan yang terintegrasi, para pelaku usaha cukup memusatkan energi pada pengembangan merek dan strategi pemasaran tanpa perlu disibukkan birokrasi impor yang rumit.
Kemudahan lain yang menjadi sorotan adalah mekanisme pembayaran yang lebih aman. Mitra hanya perlu membayar uang muka dalam jumlah rendah dan baru melunasi pembayaran saat barang telah tiba di gudang PT eIA.
“Dengan sistem ini, mitra tidak perlu khawatir. Barang sampai dulu di gudang kami, baru pelunasan dilakukan. Kalau pun terjadi kendala di proses pengiriman atau kualitas barang, pihak yang bertanggung jawab jelas,” kata Yaboo Huang.
Kualitas Terjaga dari Pabrik Terpilih
Skema ini sangat berbeda dengan impor langsung, di mana pembeli harus menanggung seluruh risiko dari awal hingga akhir, termasuk bila terjadi masalah di pabrik luar negeri.
PT eLangsung juga memastikan seluruh produk yang dipasarkan memiliki kualitas yang konsisten. Melalui proses seleksi pabrik yang ketat, perusahaan menjamin setiap barang yang dikirim sesuai dengan spesifikasi pesanan, sehingga mitra tidak perlu khawatir akan kualitas atau keaslian produk.
Program Join Import ini langsung mendapat sambutan antusias dari berbagai pemilik bengkel dan toko suku cadang di sejumlah daerah.
Mereka kini bisa memasarkan produk dengan merek sendiri tanpa harus mengeluarkan modal besar atau bergulat dengan proses impor yang rumit.
Ke depan, PT eLangsung International Agency berencana memperluas jaringan kerja sama dengan pabrik OEM dan aftermarket di Asia, agar proses impor semakin efisien. Perusahaan juga menargetkan peningkatan jumlah mitra baru, baik di sektor roda dua maupun roda empat.
Dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnis suku cadang bermerek lokal berkualitas global, PT eIA optimistis program ini akan membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan bersaing di industri otomotif.
Sumber : Liputan6



